You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Logo Desa Pagat
Logo Desa Pagat
Desa Pagat

Kec. Batu Benawa, Kab. Hulu Sungai Tengah, Provinsi Kalimantan Selatan

Selamat Datang di Website Resmi Desa Pagat

Atasi Kenaikan Kasus, BPD dan Pemerintah Desa Pagat Gelar Rembug Stunting Tahun 2026

RAHMATULLAH SUHANDI, S.E. 26 Juni 2026 Dibaca 15 Kali
Atasi Kenaikan Kasus, BPD dan Pemerintah Desa Pagat Gelar Rembug Stunting Tahun 2026

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Pagat menggelar musyawarah Rembug Stunting Tahun 2026 pada Kamis (25/06/2026). Bertempat di Gedung Posyandu Desa Pagat, kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk komitmen nyata dalam memfasilitasi diskusi dan koordinasi guna membahas serta merumuskan strategi penanggulangan stunting secara komprehensif di tingkat desa.

Rembug Stunting ini dihadiri oleh lintas sektor yang sangat lengkap, mulai dari Pembakal Pagat, Sekretaris Kecamatan Batu Benawa, Kepala KUA Kecamatan Batu Benawa, Babinsa Pagat, Polmas Pagat, Pendamping Desa, hingga tim teknis kesehatan seperti Ahli Gizi Puskesmas Pagat, Bidan Desa, Kader Posyandu, serta Kader Pembangunan Manusia (KPM). Turut hadir pula perangkat desa, Tim Pembina Posyandu, seluruh Ketua RT, tokoh agama, serta orang tua atau wali dari anak yang masuk dalam kategori stunting.

Jalannya musyawarah berlangsung sangat interaktif dan dinamis saat memasuki sesi evaluasi data lapangan. Ahli Gizi Puskesmas Pagat menyampaikan data yang cukup mengejutkan mengenai adanya tren peningkatan jumlah anak kategori stunting di Desa Pagat. Dari yang semula hanya tercatat 4 anak pada awal tahun, kini jumlahnya melonjak menjadi 12 anak.

Berdasarkan analisis tim kesehatan Puskesmas, salah satu faktor utama yang memicu lompatan angka ini adalah kemungkinan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang selama ini berjalan kurang tepat sasaran atau tidak dikonsumsi sebagaimana mestinya oleh anak sasaran. Akibatnya, intervensi anggaran dan program yang telah direncanakan sebelumnya tidak mencapai hasil optimal. Forum pun sepakat untuk memperketat sistem pengawasan dan mengubah skema pendistribusian serta menu PMT agar berbasis pada kebutuhan gizi riil anak.

Selain pemenuhan dari sisi medis dan nutrisi, Rembug Stunting kali ini juga menyentuh aspek spiritual dan pola asuh. Kepala KUA Kecamatan Batu Benawa memberikan pandangan penting bahwa penanganan stunting tidak boleh hanya berfokus pada pemenuhan asupan fisik semata, melainkan juga harus diimbangi dengan kehangatan kasih sayang dan perhatian penuh dari orang tua.

Beliau kemudian mengutip pesan luhur dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan umat manusia agar jangan sampai meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka. Keturunan yang lemah ini tidak hanya diartikan lemah secara iman atau ekonomi, tetapi juga lemah secara fisik dan kesehatan. Oleh karena itu, persiapan ketahanan keluarga sejak sebelum pernikahan hingga pola asuh anak di masa emas pertumbuhan (golden age) menjadi kewajiban yang harus diprioritaskan oleh setiap orang tua di Desa Pagat.

Rembug Stunting ini menghasilkan beberapa kesepakatan krusial yang akan dituangkan ke dalam dokumen perencanaan desa. Pemerintah Desa Pagat bersama BPD berkomitmen untuk mengonvergensi program penanggulangan stunting melalui pemanfaatan Dana Desa secara lebih terarah.

Langkah konkret yang akan diambil di antaranya adalah peningkatan kapasitas para kader Posyandu, pengadaan alat ukur (antropometri) yang standar, edukasi berkala mengenai pola asuh dan sanitasi bagi keluarga berisiko stunting, serta perbaikan validasi data KPM secara berkala. Melalui sinergi yang kuat antara seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait, Desa Pagat menargetkan angka stunting dapat ditekan kembali secara signifikan pada bulan-bulan mendatang.

Bagikan Artikel Ini
Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image